Topik Penelitian

2019

Herminarto Nugroho, S.T., M.Sc.

Optical Beamforming Networks for Multi-Photodetector Visible Light Communication (Penelitian Dosen Pemula- DIKTI 2019)

Besar atau kecilnya sinyal power yang dihasilkan oleh Visible Light Communication bergantung dari sudut pemancaran LED, sudut penerimaan protodetector, dan jarak antara LED dan photodetector. Pada sudut dan jarak yang terlalu besar, daya sinyal yang dihasilkan sangat kecil. Solusi untuk permasalahan ini adalah dengan menggunakan multi-photodetector (beberapa photodetector sejenis). Namun, penggunaan multi-photodetector harus disesuaikan agar sinyal yang diterima masing-masing photodetector bersifat konstruktif (mempunyai fasa yang sama) sehingga dapat menghasilkan daya resultan yang lebih besar. Untuk itu, diperlukan algoritma untuk mengatur masing-masing photodetector agar dapat menghasilkan daya resultan yang diinginkan. Pengaturan tersebut dilakukan dengan menggunakan Optical Beamforming Networks.

2018

Herminarto Nugroho, S.T., M.Sc.

Sistem Kendali Optical Beamforming Networks untuk Akses Internet Kecepatan Tinggi dalam Kabin Pesawat (Penelitian Dosen Pemula- DIKTI 2018)

Kebutuhan untuk dapat terhubung ke internet dan mengakses TV terus menerus meningkat, bahkan pada penerbangan antar-benua. Hal inilah yang memotivasi riset dan pengembangan teknologi komunikasi antara pesawat dan satelit dengan menggunakan sistem Phased Array Antenna (PAA). Pada sistem PAA terdapat sistem kendali Optical Beamforming Network (OBFN) yang digunakan untuk memastikan sinyal yang diterima pesawat optimal, sehingga dapat digunakan untuk akses internet berkecepatan tinggi dalam kabin pesawat.

Aulia Rahma Annisa, M.T.

Strategi Pengaturan Torsi pada Hybrid Electric Vehicle (HEV)

Pada Hybrid Electric Vehicle  (HEV) terdapat dua sumber tenaga, yaitu Internal Combustion Engine (ICE) dan motor DC. ICE sebagai penggerak utama memiliki kapasitas yang lebih kecil dibandingkan kendaraan konvensional karena dibantu oleh kerja dari motor DC. Motor DC berperan membantu ICE mencapai torsi dan kecepatan sesuai dengan yang diinginkan. Pengaturan torsi pada HEV berperan dalam hal seberapa besar torsi yang dibutuhkan oleh motor DC untuk membantu kinerja dari ICE. Pada saat ICE tidak mampu mempertahankan kecepatan, maka motor DC akan membantu memberikan tenaga. Untuk mengatasi permasalahan tersebut terdapat beberapa metode kontrol yang dapat digunakan, diantaranya adalah metode neuro-fuzzy prediktif. HEV sendiri membutuhkan respon yang cepat, oleh karena itu digunakan kontroler yang bersifat prediktif agar dapat memprediksi nilai torsi yang akan datang. Tujuan yang diharapkan dengan pengaturan torsi ini adalah HEV dapat mencapai model referensi yang diinginkan.

Nita Indriani Pertiwi, M.T.

Perancangan Monitoring System untuk Parameter Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Daerah Tropis

Mengetahui kondisi radiasi matahari dan suhu di suatu daerah merupakan hal yang harus dilakukan sebelum merancang sistem pembangkit tenaga surya. Keluaran pembangkit tenaga surya akan mengalami fluktuasi seiring dengan kondisi radiasi matahari dan suhu yang berubah-ubah. Selain berfluktuasi, sering kali pula pembangkit tenaga surya tidak dapat menghasilkan daya maksimal dengan perubahan radiasi matahari dan suhu tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah monitoring system pada radiasi matahari dan suhu. Data real time dari kedua parameter tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk merancang Maximum Power Point Tracking pada pembangkit tenaga surya.

Herminarto Nugroho, S.T., M.Sc.

Deep Learning Based Computer Vision for Improving Safety, Productivity, and Operational Cost in Oil and Gas Industry

Sistem pendektesi sumber pengapian menjadi penting demi meningkatkan keselamatan di perusahaan migas. Detektor api yang berdasarkan cahaya tampak menggunakan sensor citra charge-coupled device (CCD), yang biasa ditemukan pada closed circuit television cameras (CCTV) bergantung kepada kekuatan algoritma pendeteksian api. Detektor ini tidak bergantung kepada emisi dari hasil pembakaran dan intensitas radiasi api, seperti yang dimanfaatkan oleh kamera UV dan IR, sehingga bisa membedakan antara proses pembakaran dan kebakaran akibat pelepasan bahan mudah terbakar yang tidak disengaja.  Kamera dengan sensor CCD dapat menangkap cuplikan video atau gambar statis dari nyala api dan asap, dan mengirimkannya ke komputer untuk dianalisis dan dideteksi dengan menggunakan teknik computer vision. Deep learning, merupakan salah satu cabang ilmu dari kecerdasan buatan yang notabene adalah bagian dari teknik machine learning, dapat meningkatkan akurasi dari penggolongan/pendeteksian berbagai jenis bentuk api dan asap dari hasil pemrosesan citra dengan computer vision.