Sistem Komunikasi pada Pusat Pengaturan Beban di UIP2B JCC Gandul

Jakarta (16/05/2019)- Kamis, 25 April 2019 lalu Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Pertamina angkatan 2016 melakukan kunjungan industri ke PLN UIP2B, JCC, Gandul, Kota Depok. Kunjungan. Kunjungan industri yang dilakukan kali ini tidak hanya melakukan pengamatan pada sistem pengaturan dan pengoperasian beban listrik Jawa Bali, tetapi juga sedikit melakukan pengamatan terhadap segi jaringan komunikasinya. Sistem SCADA (Supervisory Control Data Acquisition ) dipilih sibagai jaringan komunikasi yang digunakan PLN UIP2B dalam melakukan monitoring operasional pembangkit listrik Jawa Bali. Hal tersebut dikarenkan sistem SCADA dapat mengendalikan dan mengendalikan data lebih akurat secara real time pada suatu data yang terintregasi.

SCADA berfungsi sebagai pemantau status/indikasi peralatan listrik yang ada pada gardu induk, jaringan atau pembangkit kemudian menampilkannya pada pusat kontrol SCADA juga memantau pengukuran yang ada pada gardu induk, jaringan atau pembangkit secara akurat lalu menampilkan hasil pengukuran pada control center, serta melakukan eksekusi terhadap peralatan sistem tenaga listrik yang ada pada gardu induk, jaringan atau pembangkit dari control center. SCADA sangat berperan penting dalam pengaturan sistem tenaga listrik dan merupakan pendukung utama dalam sistem pengendalian tenaga listrik. Perusahaan listrik di Indonesia yaitu PT. PLN (Persero) yang merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang kelistrikan menggunakan sistem SCADA untuk menjalankan operasinya.

 

PT. PLN (Persero) menggunakan sistem SCADA karena sistem ini merupakan sistem telekomunikasi yang handal, efisien, aman dan mampu mencakup seluruh wilayah operasinya. Beberapa kelebihan sistem SCADA yaitu memudahkan dispatcher untuk memantau keseluruhan jaringan distribusi tanpa harus melihat langsung ke lapangan. Pengontrolan dan pengawasan seluruh sistem pada kawasan ini dapat dilakukan secara terintegrasi pada suatu tempat. Suatu sistem SCADA modern terdiri dari beberapa komponen yaitu sejumlah RTU (Remote Terminal Unit), satu unit MTU (Master Terminal Unit), media jaringan telekomunikasi data, perangkat-perangkat di lapangan dan perangkat lunak atau HMI (Human Machine Interface). Tujuan dari sistem SCADA ini adalah mengumpulkan data dari plant yang lokasinya berada di tempat yang jauh dari MTU, mengirimkan data tersebut ke RTU, menampilkan data pada monitor atau master computer di ruang kontrol, menyimpan data ke hard drive dari master computer dan melakukan kontrol serta monitoring terhadap plant dari ruang kontrol melalui HMI. Sistem SCADA sangat bermanfaat terutama pada saat pemeliharaan dan penormalan jika terjadi gangguan karena dapat diketahui secara langsung melalui sistem SCADA tanpa perlu melihat ke lapangan terlebih dahulu dan sistem akan lebih cepat mendeteksi daripada pengamatan manusia, kecuali jika terjadi kesalahan atau gangguan pada sistem SCADA-nya sendiri.