Mengamati Pusat Pengaturan Beban di UI P2B JCC Gandul

Jakarta (16/05/2019)- Pada hari kamis, 25 April 2019 Program Studi Elektro dari Universitas Pertamina melakukan kunjungan industri ke PLN UIP2B. Kunjungan industri yang dilakukan kali ini adalah untuk melihat bagaimana PLN sebagai perusahaan penyedia listrik negara mengatur kondisi beban untuk mengatasi permasalahan pasokan listrik secara real time. PLN P2B merupakan pusat pengaturan beban listrik Jawa Bali dengan sistem tenaga listrik dengan unit pembangkit 33.841 MW daya mampu netto dan 22.220 kms saluran transmisi bertegangan 70 kV, 150 kV, dan 500 kV pertahun 2017. Pada sistem kelistrikan Jawa-Bali memiliki suplai puncak pada tahun 2019 sebesar 34.550 MW dengan beban puncak sekitar 28.470 MW sehingga masih terdapat cadangan daya 8.278 MW. Perkembangan energi listrik terus akan bertumbuh mengikuti nilai pertumbuhan ekonomi, sehingga suplai daya listrik terus ditambah setiap waktunya.

Pada pusat pengaturan beban sangat bergantung terhadap kondisi beban listrik scara real time. Kondisi beban pada saat hari kerja dan hari libur memiliki bentuk kurva beban yang sangat berbeda. Pada kondisi hari kerja beban rumah tangga akan mengalami penurunan pada saat jam 7 pagi hingga 4 sore akibat kondisi masyarakat yang mulai melakukan aktivitas pada pagi hari dan kembali pulang pada sore hari. Beban rumah tangga akan mengalami puncaknya sekitar pada jam 7 malam akibat seluruh barang elektronik mulai dari lampu, televisi, dan lain lain mulai digunakan oleh para masyarakat ketika beraktivitas bersama keluarga di rumah. Pada beban industri akan mengalami kenaikan yang signifikan pada saat jam 8 pagi dan mengalami penurunan pada jam 5 sore akibat waktu produktif dari sektor industrik yang mempengaruhi kondisi beban listrik yang terjadi. Kondisi beban listrik akan berbeda ketika memasuki hari libur. Pada hari libur, beban rumah tangga akan mengalami kenaikan pada pagi hari hingga sore dan mengalami kondisi puncak pada malam hari. Beban industri pada hari libur tidak akan banyak mengalami peningkatan mengingat tidak banyak industri yang melakukan aktivitas produksi pada hari libur.

Dengan melihat karakteristik kurva beban yang berbeda-beda disetiap kondisi menjadi tantangan tersendiri bagi PLN terutama di unit P2B sebagai pusat pengaturan beban kelistrikan. Diperlukan forecast kondisi beban untuk PLN P2B melakukan persiapan mana saja pembangkit yang perlu dinyalakan serta dimatikan. Pengaturan operasi pembangkit didasari oleh jenis bahan bakar yang digunakan. PLN akan mendahulukan pembangkit yang memiliki sumber energi yang paling mahal untuk dimatikan terlebih dahulu. Mematikan pembangkit dari yang paling mahal hingga paling murah menjadi pilihan PLN agar tetap ekonomis dalam pelaksanaan pengaturan listrik. Walaupun mementingkan faktor ekonomis, PLN tetap memperhitungkan faktor kualitas agar suplai energi listrik tetap tersedia sesuai kebutuhan listrik yang ada. Semua ini dilakukan oleh PLN untuk memasok suplai energi listrik di Indonesia agar setiap warga Indonesia tetap tersedia energi secara berkeadilan.